Mahasiswi muslimah di Karnataka India makin tertekan. Kebijakan kampus yang melarang jilbab mendapat dukungan dari pemerintah.
Gubernur Kerala, Arif Mohammad Khan membuat pernyataan mengejutkan. Dia mengatakan bahwa jilbab tidak penting dalam Islam.
Lebih parah lagi,
Arif berani mengatakan bahwa jilbab tidak disebutkan dalam Al-Qur’an, kitab
suci umat Islam.
“Hijab dalam
konteks pakaian wanita tidak disebutkan dalam Quran,” katanya seperti dikutip
dari India Today, Sabtu (12/2/2022).
Padahal, sangat
jelas disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab: 59.
“Hai Nabi,
katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri
orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’.
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka
tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Gubernur Arif
membandingkan sorban dalam Sikhisme dan jilbab bagi wanita muslimah. “Dalam
Sikhisme, sorban dianggap dan diterima sebagai hal yang esensial bagi agama,”
katanya.
Dia menyatakan bahwa argumen bahwa Sikh diperbolehkan memakai sorban sementara wanita Muslim dilarang mengenakan jilbab di beberapa perguruan tinggi dan sekolah adalah “tidak masuk akal”.
sumber : herald.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar