Jilbab atau hijab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Sang Pembuat syariat. Sebagai syariat yang memiliki konsekwensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemashlahatan hidup di dunia dan akhirat. Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi.
1.
Sebagai bentuk
ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Ketaatan merupakan sumber kebahagian dan
kesuksesan besar di dunia dan akherat. Seseorang tidak akan merasakan manisnya
iman manakala ia enggan merealisasikan,mengaplikasikan serta melaksanakan
segenap perintah Allah dan RasulNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
“Dan barangsiapa mentaati Allah dan
Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar“. [Al
Ahzab/33:71]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda.
ذَاقَ طَعْمَ الإِيماَنِ مَنْ رَضِيَ بالله رَباًّ وَبالإسْلامِ دِيْناً وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلًا.
“Sungguh akan merasakan manisnya iman,
seseorang yang telah rela Allah sebagaiRabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad
sebagai Rasul utusan Allah“. [HR Muslim].
2.
Pamer aurat dan
keindahan tubuh merupakan bentuk maksiat yang mendatangkan murka Allah dan
RasulNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُّبِينًا
“Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan
RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata“. [Al Ahzab/33:36].
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda.
كُلُّ أُمَّتِي مُعَافىً إلاَّ المُجَاهِرُن.
“Setiap umatku (yang bersalah) akan
dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat)“.
[Muttafaqun alaih].
Sementara wanita yang pamer aurat dan
keindahan tubuh sama artinya dia telah berani menampakkan kemaksiatan secara
terang-terangan.
3.
Sesungguhnya Allah
memerintahkan hijab untuk meredam berbagai macam fitnah (kerusakan) Jika
berbagai macam fitnah redup dan lenyap, maka masyarakat yang dihuni oleh kaum
wanita berhijab akan lebih aman dan selamat dari fitnah. Sebaliknya, masyarakat
yang dihuni oleh wanita yang gemar bertabarruj (berdandan seronok), pamer aurat
dan keindahan tubuh, sangatlah rentan terhadap ancaman berbagai fitnah dan
pelecehan seksual serta gejolak syahwat yang membawa malapetaka dan kehancuran
yang sangat besar. Jasad yang bugil jelas akan memancing perhatian dan
pandangan berbisa. Itulah tahapan pertama bagi penghancuran dan pengrusakan
moral dan peradaban sebuah masyarakat.
4.
Tidak berhijab dan
pamer perhiasan akan mengundang fitnah bagi laki-laki. Seorang wanita apabila
memamerkan bentuk tubuh dan perhiasannya di hadapan laki-laki non mahram, jelas
akan mengundang perhatian kaum laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba.
Jika ada kesempatan mereka pasti akan memangsa dengan ganas laksana singa
sedang kelaparan. Seorang penyair berkata,
نظرة فإبتسامة فسلام * فكلام فموعد فلقاء.
“Berawal dari pandangan lalu senyuman
kemudian salam disusul pembicaraan lalu berakhir dengan janji dan pertemuan“.
5.
Seorang wanita
muslimah yang menjaga hijab, secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum
laki-laki,“Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu dan kamu juga bukan
milikku. Aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang merdeka
yang tidak terikat dengan siapapun dan aku tidak tertarik dengan siapapun
karena aku lebih tinggi dan jauh lebih terhormat dibanding mereka.”
Adapun wanita yang
bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum
laki-laki hidung belang, secara tidak langsung ia berkata, “Silahkan anda
menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau
mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangku? Adakah orang yang mau memberi
senyuman kepadaku? Ataukah ada orang yang berseloroh,“Aduhai betapa cantiknya
dia?”.
Mereka berebut
menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya hingga mereka pun
terfitnah. Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka? Jelas,
wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap lelaki untuk
menundukkan pandangan mereka dan bersikap hormat ketika melihatnya, hingga
mereka menyimpulkan bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas dan sejati. Oleh
karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan hikmah di balik perintah
mengenakan hijab dengan firmanNya.
ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ
يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
“Yang demikian itu supaya mereka lebih
mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun
lagi Maha Pengasih“. [Al Ahzab/33 : 59]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar